Bahagiakah kita jika semua keinginan kita terwujud?

1:01 PM

Saat aku masih kecil, aku pngen bnget jadi orang dewasa. Karena kalo udah dewasa, bonyok gak akan ngatur2 lagi, mao minum air dingin sebnyak apapun juga gak ada yg larang, pngen main seharian juga gak ada teriakin “Selesaiin PR mu dulu sana , jgn cman main2 mlulu.” Wah, pasti aku bhgia bnget saat itu…..

Setelah aku dewasa, bonyok bner2 gak ngatur2 lagi. Tapi bhgia yang aku idamkan selama waktu kecil gak datang2 juga. Soalnya walaupun gak ada yang ngatur masalah aku suka minum air dingin, tapi aku sadar kebahagiaan yang aku idamkan dari dulu memang merupakan hal yang terlalu sepeleh. N aku sadar, di samping aku mendapatkan kebebasan yang kecil ini, aku malah terikat oleh ketidakbebasn yang lebih brat lagi. Mis: telat lima menit masuk kerja, muka boss udah kayak bakpao, bengkak hbiz,.Orang kalo aku minum air dingin di masa kecil aja, gak dijutekin kayak gitu ama mama.. ..huh cpd


N aku juga mulai kngen kehidupan masa kecil yang simple, gak ada masalah yang bikin stress. Nah, dari situ aku mulai ada keiginan baru lagi. Betapa bhgianya kalo jam kerja aku elastis, mao masuk jam brapa terserah, mao bngun tidur jam brapa gak ada yang ngatur, gak ada lagi suara alarm yang membngunkan aku dari mimpi indah,

Beberapa tahun kemudian, keinginan aku bner2 terwujud. Bukan hanya bgitu, karena senioritas sendiri makin tinggi, bahkan mao kerja di rumah juga gak ada yang berani ngomongin. Tapi aku mulai sadar, kebahagiaan yang aku idamkan dari dulu kok blum dtang lagi. Krena dengan bertambahnya umur, gak ada jam alarm, pagi2 juga udah bngun sendiri, malah tengah malam mata udah melek. Walaupun gak ada orang yang minta aku untuk bngun pagi, tapi kebiasaam bngun pagi, kerja, juga menjadi suatu kebiasaan,…


Mengingat kembali pengalaman kerja yang sudah bertahun2, aku juga udah menyadari bhwa setiap kali aku mutasi, pindah ke dept lain, pasti ada boss yang meyebelkan, suka bnget yang namanya cari masalah dengan aku…. N then, aku mulai berpikir, kalo misalkan boss yang menyebalkan ini dialihkan ke dept lain, maka aku pasti akan senang,… sempat beberapa kali, boss yang aku sebelin itu gak pergi2, menetap trus, 1 dept trus dengan aku….oklah, kalo anda gak pindah, aku yang pindah. Tapi knapa setiap kali aku pindah ke tempat kerja baru, ada aja yang namanya boss yang menyebalkan yang selalu menghantui aku. Nah, mulai itu aku punya keinginan baru lagi, betapa senangnya kalo suatu hari aku berubah dari “menantu jadi mertua”, jadi boss. Aku bilang 1 gak ada yang berani bilang 2, n gak usah yang namanya diatur2 boss…


Beberapa tahun kemudian bneran nih, aku jadi boss. Sekarang aku gak usah peduli mood orang lain lagi, malah orang lain yang harus nuruti mood aku. Tapi aku mulai sadar, kebahagiaan yang aku idamkan dari dulu kok blum dating juga yah. Karena walaupun gak ada yang ngatur, ngomel2, tapi tanggungjawab aku makin berat, bnyak masalah yang harus aku ambil keputusan, bner2 capek. N orang2 di sekitar aku kok makin buat2,

Setelah jadi boss, aku juga harus yang namanya entertainment denga customer, ngecek laporan, ngatur kerjaan anak buah… sibuk kayak lebah aja. Nah, mulai itu aku punya keinginan baru lagi, kapan yah aku bisa melewati hari2 yang penuh kesibukan ini, pergi mancing, traveling, main mahjong dengan tmen2 dulu, gak usah ngadapin orang2 yang bertopeng, menanggapin pujian palsu yang berlebihan,…

Waktu berjalan trus, gak terasa, aku udah pensiun. N keinginan saat aku jadi boss pun terwujud juga, aku tidak harus bertanggungjawab atas segala maslah lagi, gak usah trima telepon push-an dari luar lagi. Waktu seharian bner2 merupakan waktu sendiri , gak ada yang gangguin lagi. Tapi kok kebahagiaan yang aku idamkan dari kecil gak datang2 juga yah…apa2an nich, aku sama sekali tidak merasa bhgia, yang ada malah kesepian, gak ada tamu yang mengetok pintu,…


Aku duduk termenung di bawah terik matahari merenungkan hidup aku ini, dari kecil sampai dewasa, dari muda sampai tua, aku selalu berpikiran”betapa bahagianya kalo…..”, ujung2nya bahagianya gak pernah menghampiri hdup aku. Sekarang aku baru benar2 sadar bhwa “Manusia tidak dapat kembali ke masa lalu, dan tidak dapat menggapai hari esok”. Sebenarnya Kebahagiaan itu hadir di kehidupan kita setiap saat.

Apabila qta slalu mrasa tidak bahagia, slalu merasa kebahagiaan itu ada apabila perubahan yang kita inginkan terjadi, selalu merasa masa lalu lah yang paling indah, maka takutnya qta tidak akan merasa bahagia seumur hidup….


Bukankan bgitu? Masa depan blum tiba sementara masa lalu telah berlalu, apabila qta tidak memanfaatkan detik ini dengan baik, tidak menikmati apa yang terjadi pada detik ini, selalu memikirkan masa depan yang blum tiba dan masa lalu yang telah lewat, makan qta akan selalu hidup dalam ketegangan dan merasa kehilangan. Seiring dengan waktu yang berjalan cepat, maka akhirnya yang kita dapat hanya kehampaan dan ketidakbahagiaan.

Jadi, ingin tao apakah Anda akan lebih bahagia di 20 tahun yang akan datang, jawabannya hanya ada di hati dan jiwa anda. Apabila sekarang anda merasa bahagia, enjoy dengan hidup sekarang, maka di 20 tahun ke depan anda akan merasa bahagia juga. Sebaliknya apabila sekarang anda merasa tidak bahagia, dan terlalu bnyak hal yang anda titipkan ke hari esok, maka mao hal yang titipkan terwujud atau tidak, kemungkinan anda tidak akan merasa bahagia. So enjoying today and planning to tomorrow…

Alasannya sangat simple, keinginan bukanlah sumber kebahagiaan, melainkan adalah akar penderitaan. Setelah satu keinginan terpenuhi, maka pasti akan muncul keinginan baru. Seperti tokoh cerita di atas, setelah keinginan dia untuk minum air dingin terpenuhi, tapi keinginan untuk melakukan hal2 yang lain pun ikut tumbuh, bahkan menghantui dia seumur hidup….

So, ingatlah pelajaran yang telah diberikan cerita di atas, kebahagiaan ada di setiap saat, setiap hari, bahkan setiap detik, tapi bukan di masa depan ataupun di masa lalu...OK?


You Might Also Like

0 komentar

no sara...

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images